This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 05 Juli 2013

Jogo Bonito yang Akhirnya Lumpuhkan Tiki Taka

Pemain Brasil mengangkat trofi juara Piala Konfederasi (Foto: Reuters)
Pemain Brasil mengangkat trofi juara Piala Konfederasi (Foto: Reuters)
Priit..priiit..priiiitt.. euforia pun pecah di Maracana menyambut peluit terakhir wasit Bjorn Kuipers. Publik Brasil bersorak-sorai melihat hegemoni tiki taka andalan Spanyol mati kutu oleh Jogo Bonito milik tim Samba Brasil di final Piala Konfederasi.

Angka 3-0 di papan skor menjadi gambaran betapa hancur leburnya senjata andalan Matador dalam menguasai dunia dan Eropa dalam lima tahun terakhir. Ya, Brasil dengan Jogo Bonito (sepakbola indah) yang dipadukan dengan efektifitas berhasil mengakhiri catatan gemilang La Furia Roja yang belum terkalahkan dalam 29 laga resmi FIFA.

Secara kasat mata, Brasil memang tidak sepenuhnya memamerkan jogo bonito yang jadi trade mark mereka satu atau dua dekade silam. Pelatih, Luiz Felipe Scolari memadukannya dengan permainan kolektif yang terbukti sukses membuat Spanyol frustrasi.

Dua gol Fred di awal babak pertama dan kedua serta aksi Neymar di akhir babak pertama, menjadi bukti sahih betapa efektifnya serangan Brasil dalam laga final ideal Piala Konfederasi 2013, Senin (1/7/2013) pagi ini WIB.

Spanyol pun dibuat frustrasi. Penguasaan bola yang jadi senjata ampuh mereka pun terbantahkan. Spanyol yang hampir selalu mencatatkan rasio 60 persen penguasaan bola, kini hanya unggul tipis. 52 berbanding 48!

Bahkan tiki taka mereka yang jadi andalan dalam membongkar pertahanan lawan, seakan jadi boomerang bagi mereka. Trio Luiz Gustavo, Oscar dan Paulinho sukses mengisolasi pergerakan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, sehingga praktis tiki-taka Spanyol mandek di lini tengah.

Apesnya lagi, Brasil selalu menebar ancaman nyata setiap kali berhasil memanfaatkan kesalahan Spanyol atau lewat skema serangan balik. Tidak percaya? Kartu merah Gerard Pique saat menghentikan laju Neymar di menit ke-68 menjadi bukti betapa berbahayanya serangan Brasil.

Secara keseluruhan, Brasil memang pantas mendapat apresiasi besar menyusul sukses mereka mencetak hattrick di Piala Konfederasi setelah sebelumnya jadi juara pada 2005 dan 2009.

Dan salah satu sosok yang pantas mendapat sorotan utama selain Neymar da Silva yang jadi pemain terbaik, ialah sosok Luiz Felipe Scolari. Pelatih yang sebelumnya membawa Selecao juara di Piala Dunia 2002 ini sukses memadukan para pemain mudanya menjadi sebuah tim yang solid.

Namun, yang kini jadi tugas utama Felipao ialah terus meningkatkan performa ‘bocah-bocah ajaibnya’ untuk kembali membuat bangga publik Brasil di Piala Dunia 2014. (fit)

Rooney Tak Masuk Daftar Jual

Wayne Rooney. (Foto: Reuters)
Wayne Rooney. (Foto: Reuters)
MANCHESTER - Masa depan Wayne Rooney bersama Manchester United pada jendela transfer musim panas ini sudah mendapat kepastian. Pelatih United, David Moyes, menegaskan bahwa strikernya tersebut takkan masuk daftar jual Setan Merah.

"Rooney tidak akan dijual. Dia adalah pemain Manchester United dan akan tetap menjadi pemain Manchester United," tegas Moyes pada jumpa pers pertamanya untuk United, seperti dikutip Eurosport.

Jelang berakhirnya musim kompetisi 2012-2013, masa depan Rooney di United menjadi bahan perbincangan. Pasalnya, mantan pelatih Sir Alex Ferguson mengungkapkan bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut sudah tak kerasan di Old Trafford.

Tak hanya itu, Rooney pun meminta klub untuk memasukan dirinya pada daftar jual pemain di jendela transfer musim panas ini. Kondisi tersebut membuat banyak klub besar di Eropa siap untuk merekrutnya dengan harga yang cukup fantastis.

Sebut saja seperti Arsenal, Paris Saint-Germain, Chelsea dan Barcelona. Bahkan, El Barca dikabarkan menyiapkan uang sebesar Rp300 miliar plus David Villa demi bisa mendapatkan jasa striker Timnas Inggris tersebut.

Namun, Moyes yang juga mantan pelatih Rooney saat di Everton, langsung melakukan pertemuan dengannya. Ia mengatakan bahwa Rooney terlihat cukup bahagia untuk melanjutkan kerja samanya seperti dulu.

"Saya telah melakukan beberapa pertemuan (dengan Rooney). Dia telah berlatih sangat baik. Saya melihat sorotan matanya dan dia tampak bahagia,” ungkap Moyes.

“Saya telah mengenalnya sejak berusia 16 tahun saat dia di Everton. Ini seperti sedikit deja vu . Dia berlatih amat keras dan mengembalikan ketajamannya. Saya tak sabar untuk bekerja bersamanya," paparnya. (min)

Tevez Siap Jawab Tuntutan di Juve

Carlos Teves baru saja merampungkan proses trasnfernya ke Juventus. Striker 29 tahun itu mengaku bahwa dirinya sudah bersiap untuk menjawab semua tuntutan yang hadir selama dirina membela Juve.

Kendati menjuarai Seri A musim lalu, Bianconeri masih menyisakan masalah di lini depan. Barisan depan mereka tak begitu tampil tajam.


Striker tertajam Juve adalah Mirko Vucinic yang mengoleksi 10 gol dalam 31 pertandingan di Liga Italia musim lalu.

Kurang tajamnya lini depan Juve itu yang membuat petinggi klub lantas berburu striker anyar. Hasilnya, Fernando Llorente dan Tevez pun berhasi didatangkan.

Atas semua beban yang melekat sekali kedatangannya, Tevez pun bertekad agar bisa memenuhinya.

"Saya tak mempunyai masalah dengan tim yang memiliki ekspektasi tinggi," terang Tevez seperti dilansir oleh Sky Sport.

"Saya sudah menunjukkan di masa lalu bahwa saya mampu mengatasi tekanan, termasuk tanggung jawab saat mengenakan kaus ini."

"Pada faktanya, saya harus mengatakan bahwa tanggung jawab itulah yang membuat saya merasa terekejut," tambahnya.
(dtc/cas) Sumber: detiksport